Sabtu, 25 Pebruari 2012, SD Al Karomah mengadakan Sosialisasi yang dikemas dalam acara tasyakuran atas turunnya ijin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang. Acara menghadirkan pembicara KH. Baehaqi, M.Pd, mantan pejabat DInas Pendidikan Kab. Magelang yang saat ini menjadi Assesor akreditasi sekolah di wilayah ini. Acara juga menghadirkan Plt. Camat Salam Kunta Hendradata, S.Sos, Kepala UPT Disdikpora Kec. Salam, Kapolsek, Kepala Desa dan para wali murid serta masyarakat di sekitar SD Al Karomah.
Dalam sambutannya, Camat Salam menyampaikan bahwa pemerintah menyambut baik hadirnya sekolah swasta seperti SD Al Karomah ini yang menyelenggarakan pendidikan umum dan agama sekaligus. Meskipun tidak berlabel terpadu ataupun plus, sekolah ini menyelenggarakan pendidikan dengan kurikulum nasional maupun kurikulum kemenag melalui madrasah diniyah yang terintegrasi dalam satu naungan pendidikan formal di PP. Nurul Qur’an.
SD Al Karomah dengan demikian telah resmi di bawah koordinasi UPT Disdikpora Kecamatan Salam, yang oleh Pak Ghani sering dipanggil anak ragil, karena memang baru lahir di wilayah Kec. Salam. Dan tahun ini, sebagaimana tahun sebelumnya, SD Al Karomah juga menerima siswa baru. Dengan demikian aka nada empat kelas untuk tahun ajaran baru ini.
Senin, 10/1, Surat Ijin Operasional SD Al KAromah sudah turun dengan nomor 42511/175/20.2a/2012, setelah diajukan secara resmi pada satu tahun ayng lalu dengan persyaratan yang ditentukan. Dengan surat ijin ini maka secara resmi SD Al Karomah sudah bisa menjalankan fungsinya sebagai SD di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di wilayah UPT Kecamatan Salam Kab. Magelang.
Jumlah siswa yang ada sekarang adalah 36, terdiri dari kelas 1 dan 2 masing-masing 11 dan kelas tiga ada 14 siswa yang terdiri dari siswa dari dalam pesantren dan luar pesantren. Kurikulum yang dipakai selama ini adalah dari pemerintah dan dari intern pesantren utnuk diniyah dan qiroati.
meskipun namanya tidak memakai istilah terpadu, namun dalam kenyataannya pembelajaran yang dilaksanakan tetap memadukan pelajaran dari kurikulum pemerintah melalui jalur Kemendikbud dan dari pesantren yang dalam rencananya akan diformalkan menajdi Madarasah Diniyah di bawah kendali Kemenag, di samping tentu saja keurikulum pesantren sendiri sebagai muatan utamanya. Jam KBM-nya sendiri dimulai jam 07.00- 16.00 setiap harinya.
Maka kepada umat Islam di wialayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya, ataupun dari luar wilayah sudah seyogyanya jika mendaftarkan anak didiknya ke sekolah SD Al Karomah PP. Nurul Qur’an Jumoyo Salam Magelang, yang menerima siswa setiap saat, tidak harus di awal tahun ajaran.
Pembangunan Asrama telah usai untuk sementara pada bulan April yang lalu. saat ini sedang dalam penggarapan untuk SD al Karomah dan Masjid yang berhadap-hadapan dan untuk masjid sudah ditempati untuk berbagai kegiatan; jamaah sholat lima waktu, sholawatan, taushiyah, ngaji dan lain-lain.
sedangkan untuk SD, sudah didahului dengan cor pondasi yang recananya akan menjadi 2 tingkat dengan delapan ruang.
Tahun ajaran baru 2011/2012 ini, Insyaallah SD Al KaromahPP. Nurul Qur’an jumoyo akan menempati gedung baru yang tahap pertama sedang dibangun di kompleks timur pondok putra. Direncanakan ruang yang akan segera siap sebanyak empat ruang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang kantor sekolah. saat ini kantor sekolah menempati ruang terpadu kantor Pondok.Ruang yang rusak akibat erupsi sebagian sudah direnovasi dan saat ini menyusul pembangunan asrama putra sebelah timur.
Kurikulum akan semakin disempurnakan dengan acuan integrasi dari Model Qiroati. Sehingga diharapkan maksimal kelas lima anak sudah khatam Al Qur’an dengan bacaan tartil, sesuai yang digariskan oleh metode tersebut.
Bencana pasca erupsi Merapi 5 November 2010 yang lalu ternyata lebih dahsyat, khususnya bagi daerah yang dilintas Kali Putih,,di desa Jumoyo, Kali ini melewati Dusun Kemburan, Karanggawang, Kemiren, Seloiring, Tegalsari dan Gempol
Dan Alhamdulillah PP. Nurul QUr’an selalu dalam keadaan salamat sentausa. Mohon doa terus menerus untuk keselamtan semuanya.
Untuk menambah kompetensi dalam hal pengalaman melihat secara langsung terhadap hal-hal di sekitarnya, siswa siswi SD Alkaromah diajak melihat secara langsung cara pembuatan tahu yang biasa mereka makan. Proses pembuatan tahu dijelaskan oleh pemilik kepada para rombongan termasuk guru yang mendampinginya. Para siswa kemudian diminta mendeskripsikan apa yang mereka lakukan dalam bentuk tulisan.
selesai acara kemudian pamitan, dan dikasih susu kedelai serta tahu masing-masing lima. Para anak merasa gembira dengan pelajaran langsung dari si empunya pabrik tahu.
Sebelumnya anak-anak sudah praktek menanam biji tomat di halaman sekolah dengan menggunakan media polybak. kemudian juga diajak ke tempat pembuatan batu bata sekaligus praktek langsung cara pembuatannya, hingga berkotor ria. Kata iklan, berani kotor itu baik (biar laris sabunnya).
semua program ini untuk melengkapi gradasi ilmu, dari ‘ilmul yaqin, ‘ainul yaqin hingga bisa diperoleh haqqul yaqin. Ilmu yang menancap dalam hati dan bisa memfunsgikannya dengan baik.
Untuk pengembangan pendidikan yang lebih mamadai dan berkualitas, PP. Nurul Qur’an Jumoyo menambah perluasan tanah di sebelah selatan pondok putra. Rencananya tanah ini akan dibangun ruang belajar baru yang Insyaallah akan dimulai pada maret- april ini.
Adapun ruang kelas SD Al Karomah pada tahun ajaran baru natni untuk menampung kelas baru akan ditempatkan di ruang yang saat ini dipakai sebagai kantor bersama. Dengan demikian SD Al Karomah akan kembali menerima siswa baru untu tahun ini.
Pemberitahuan
Surat -menyurat Pondok Nurul Qur’an Jumoyo, semua bertandatangan pengasuh PPNQ dan bernomor uniq terkode serta tercatat di kepengurusan. Demikian.
untuk pengembangan pesantren, baik fisik maupun kurikulumnya, ada beberapa tahap yang akan dilakukan dalam jangka pendek ini. Pertama, membangun gedung ruang belajar baru yang nantinya akan digunakan untuk SD Al Karomah di lokal timur, yaitu di lokasi tanah yang baru dibeli. Harapannya kelak akan bisa mengembangakn lebih luas lagi lokalnya. Kedua, untuk menambah wawasan santri dalam bidang enterpreneurship pondok sedang menggodhok konsep pondok wirausaha baru yang harapannya akan mendapatkan lokal baru, entah di mana. Dan ketiga adalah menggencarkan metodologi pengajaran baru, dengan memaksimalkan peran ustadz dan santri. Apalagi pondok menadapat dukungan dari seorang Ustadz muda lulusan Tarim Yaman yang siap memaksimalkan pelajaran di Pondok.
Lokal baru untuk usaha sedang usahakan untuk segera dibuka, yaitu kios di pinggir jalan raya yang sudah diserahkan oleh Bapak Abdullah Marwan yang sekarang tinggal di Cirebon. Kios ini rencananya akan digunakan untuk unit usaha baru.
Kurikulum terpadu yang diterapkan di SD Al-Karomah adalah perpaduan pesantren Nurul Qur’an Jumoyo dengan kurikulum Diknas. Harapannya, kemadirian sekolah yang diwakili oleh Pesantren bisa diparalelkan dengan kebutuhan nasional melalui kerikulumnya. Ini sebagaimana karakter pendidikan Islam yang banyak ditekankan oleh para pemerhatinya, bahwa pendidikan tidak seharusnya terkooptasi oleh negara melalui penyeragaman yang terkadang tidak perlu. Namun demikian, akomodasi terhadap kepentingan nasional dalam bingkai ke-Indonesiaan tetap perlu untuk menuju kepada wawasan yang lebih luas. Dengan demikian, pendidikan Islam yang diajarkan adalah pendidikan yang bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh orang banyak, bukan hanya untuk masyrakat pesantren saja.
Harapan inilah yang nampaknya diinginkan oleh masyarakat, terbukti dengan antusiasnya warga sekitar untuk mendaftarkan diri ke SD Al-Karomah yang baru didirikan beberapa bulan lalu. Guru yang kompatibel dan mampu bersaing, sembari terus belajar merupakan modal utama ke arah sana, dengan dibantu oleh para penjamin mutu baik Kyai, akademisi dan masyarakat luas.
ini sekaligus tugas ke depan yang ingin digariskan oleh PP. Nurul Qur’an Jumoyo, dengan terus membuka diri terhadap masukan yang membangun dan mencirikan tujuan pendidikan itu sendiri. Jauh dari bisnis yayasan yang marak terjadi di kota dan sekitar kita, apalagi menjual sesuatu yang hanya permukaannya saja. Na’udzubillah.